Jumat, 20 September 2013

BERJUANGLAH MENGGAPAI KEJUJURAN



Renungan Hari Minggu Biasa XXV


Aksi Tiga Raja Di KBG St. Yoh. Pemandi
Pada tahun 1998, rezim orba runtuh. Bertepatan dengan peristiwa itu mahasiswa menuntut agar Indonesia benar-benar mereformasikan negaranya agar bebas dari korupsi dan nepotisme dalam segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun peta perjalanan ini terseok-seok. Tidak heran, estabilitas capres 2014, tetap tidak berbuahkan hasil. Kebanyakan rakyat lebih mengarahkan diri pada kerja dan sikap seorang mantan wali kota Solo, Jokowi.

Membaca dan merenung  ketiga (Am. 8: 4—7; 1Tim. 2: 1—8, dan  Luk. 16: 1—13), teks Kitab Suci kita pada Hari Mnggu Biasa XXV ini, Tuhan mengatakan kepada kita bahwa kejujuran dalam hidup butuh diperjuangkan. Kejujuran butuh pengendalian diri, butuh ketaatan hati dan budi, dan bukan hanya itu tetapi dibarengi juga dengan sikap setia pada peraturan yang berlaku.

Dalam bacaan Amos, Amos yang adalah seorang pemungut buah ara hutan dan peternak domba dari Tekoa mengingatkan orang-orang berkuasa yang mengisap keringat dan kerja orang-orang miskin. Bahwa kerja semacam itu tidak dikehendaki oleh Allah. Allah justru mengingat perbuatan-perbuatan orang yang selalu memeras, merampas dan mengambil hak-hak hidup orang lain. Allah akan memberikan hukuman bagi orang yang hidupnya dengan cara yang tidak benar itu.

Sedangkan Rasul Paulus mengingatkan Timotius agar berdoa juga bagi pemerintah yang sedang berkuasa sehingga mereka dengan adil memberikan waktu dan ruang bagi pertumbuhan iman kristiani, yang saat itu juga adalah agama yang kecil dalam negara itu.

Dan dalam Lukas, Yesus menyampaikan soal kejujuran, bahwa harus diperjuangkan dengan serius dan benar, bukan seperti perilaku bendahara yang ingin selamatkan diri dengan cara yang tidak jujur. Cara bendahara yang tidak jujur, justru membuatnya semakin jauh dari kenyamanan Kerajaan Allah.

Terkadang kejujuran dalam hidup sering kita lupakan. Kita lupa karena banyak alasan dan bahkan kenyamanan semu lainnya. Kejujuran tidak disukai lagi bila berhadapan dengan suatu situasi hidup yang menyalahi suara terbanyak, yang nota bene bertentangan dengan kejujuran itu sendiri. Sikap jujur yang berpuncak pada kebenaran, tidak banyak orang yang mau memperjuangkan. Bahkan dalam situasi ketika kejujuran yang menjadi taruhannya, orang pesimis dan lupa daratan. Kejujuran menjadi sirna dalam sikap bahkan dalam perilaku dan dalam hati nurani.

Berjuang untuk menggapai kejujuran
Dalam situasi yang demikian, seseorang membutuhkan keberanian diri dan berani juga untuk memberi warna yang berbeda, untuk mengubah situasi yang demikian itu. Dengan  cara seperti inilah Yesus menghendaki kita, untuk tampil membela orang-orang yang diperas dan dirampas hidupnya. Suara dan tindakan kenabian amat dibutuhkan saat itu. Yesus sendiri memperjuangkan kejujuran yang diajarkan oleh kedua orangtua-Nya dan dialami secara tansenden melalui hidup dalam Roh Bapa-Nya hingga wafat di kayu salib. Cara Yesus memperjuangkan kejujuran inilah yang mendorong kita pengikut-Nya untuk serius dan berjuang menghadirkan kejujuran itu dalam keluarga, dalam komunitas dan dalam masyarakat yang lebih luas. Kejujuran masa sekarang amat mahal, bahkan lebih mahal dari nyawa seseorang.***

1 komentar:

  1. Sands Casino: 100% Welcome Bonus + 50 Spins
    Sign up at Sands Casino today and start 1xbet korean your casino 샌즈카지노 journey in Las Vegas! Sign up at Sands Casino today and start your casino journey in Las Vegas! 바카라

    BalasHapus